SERING TERJADINYA BANJIR BERANGSUR LAMA DIDAERAH BITUNG KABUPATEN TANGERANG, INILAH PENYEBABNYA!
SERING TERJADINYA BANJIR BERANGSUR LAMA DIDAERAH BITUNG KABUPATEN TANGERANG, INILAH PENYEBABNYA!
Jum'at, 28 Oktober 2022 12:00
Tangerang- Puluhan tahun terjadi perubahan iklim yang signifikan dan menyebabkan masalah lingkungan, salah satunya bencana banjir yang terjadi didaerah Bitung, Kabupaten Tangerang. Hal itu disebabkan semakin gencarnya pembangunan industri disekitar wilayah tersebut. Sementara kurangnya saluran pembuangan air yang tersedia.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua RT Desa. Kadu (Sambas ) pada Senin (24/10/2022). “ Kami mencatat, semenjak adanya pabrik-pabrik sekarang tiap hujan sering terjadi banjir , bahkan tingginya sampai sedengkul orang dewasa “ katanya.
Perubahan yang paling terasa, sejak tahun 2000. Dimana rentetan bencana banjir terus terjadi dan semakin meluas. Padahal, sebelum tahun 2000, dampak banjir tidak begitu meluas. Intensitas banjir sepanjang tahun juga sangat jarang terjadi.”ujarnya.
Menurut Sambas, bencana banjir yang makin parah sejak tahun 2000 itu karena kurangnya saluran pembuangan air dan pemeliharan saluran air yang sangat minim dari pihak kawasan.
“ Kalau dilihat dari tahun 2000 hingga saat ini, kawasan ini hanya memiliki resapan air yang sangat minim. Apalagi sekarang banyak saluran air yang tertumpuk sampah dan jarang di bersihkan sehingga menyumbat aliran air”. Jelas Sambas
Sementara itu, Sambas mengungkapkan, setahun yang lalu ia telah meminta kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang agar meminta solusi terkait masalah tersebut.
“ Saya mengusulkan kepada Pemda setempat agar dapat dikomunikasikan kepada pemilik-pemilik Pabrik agar diberi jalan keluarnya bagaimana? Namun, sampai saat ini belum ada titik temu untuk menjadi solusi hal tersebut. Cuma kalau untuk upaya penanggulangan, kita adakan Gotong Royong sama warga setiap sebulan sekali. ”Ujarnya saat diwawancarai.
Untuk sementara, dalam upaya melakukan pengendalian banjir seluruh warga Desa Kadu diharap ikut serta untuk berpartisipasi membersihkan lingkungan tersebut.
Puluhan Rumah Warga Terendam
Berdasarkan keluhan-keluhan yang diterima oleh beberapa warga daerah Desa Kadu mengatakan, bahwa mereka sering kesulitan mendapatkan air bersih dan beraktifitas.
Sukri (45) Warga Daerah Desa Kadu mengatakan “ Kalau disini sudah banjir sulit untuk melakukan aktifitas, mau berangkat kerja susah karena banjir dimana-mana, rumah juga terendam. Apalagi untuk mendapatkan air bersih itu harus beli sendiri.”tuturnya.
Meski banjir sudah surut, namun tidak menutup kemungkinan terjadi banjir susulan karena intensitas hujan yang sangat tinggi. Namun warga setempat berharap untuk kedepannya agar Pemerintah secepatnya bisa mengendalikan banjir serta perbanyak pembuatan saluran air agar dapat meminimalisir terjadinya banjir.
Tentang Penulis :
Penulis : Indah Pangastuti
NPM: 10820341
Kelas : 3MA19
Fakultas : Ilmu Komunikasi
Dosen : Emilianshah Banowo


Comments
Post a Comment